Postingan

Freewill dan Freechoice, Berkat atau Kesalahan?

 Ada dua pertanyaan di Minggu Rogate yang muncul dalam benak saya. Apakah kita berdoa supaya keinginan kita terkabul? Atau berdoa supaya kita tahu maunya Tuhan dalam hidup kita? Mari kita bahas...  Manusia punya kebebasan berkehendak. Freewill memunculkan keinginan. Dan meminta adalah salah satu cara mewujudkan keinginan.  Karena memiliki keinginan, manusia punya harapan untuk mewujudkan keinginan mereka. Dan doa menjadi pilihan bagi orang beriman untuk meminta kepada Sang Pemilik.  Namun, sering kali muncul pernyataan "Jadilah kehendak-Mu" dalam doa kita. Dalam Doa Bapa Kami yang di Surga pun, ada pernyataan "Jadilah kehendak-Mu di bumi, seperti di Sorga" yang selalu didoakan dan atau dinyanyikan setiap Minggu, bahkan tiap harinya. Sudah jelas maknanya bahwa kita diminta untuk selalu mengikuti kehendak Tuhan, seperti bagaimana Tuhan memerintahkan para malaikat di Sorga. Lalu, dengan bagian doa ini, apakah kehendak Tuhan tidak/belum terjadi di bumi? Lagi-lagi, saya ...

Ego Busuk

Gambar
Menelusuri lorong menuju Stasiun Duri Dengan bercampur rasa di hati Namun karena perjalanan ini Agaknya sedikit terobati Melihat banyak yang masih berjuang Di Minggu petang yang harusnya masih tenang Mengapa tak tidur telentang?  Hari masih panjang Sepertinya tidak bagi mereka Perut lapar masih ada Kebutuhan yang seharusnya Dan masalah yg tak ada akhirnya Semua itu harus diselesaikan Setiap harinya dengan penuh harapan Paling tidak hari ini bisa makan Paling jauh pikir pendidikan kesayangan Aku terlalu picik untuk istirahat Aku memang terlalu jahat Apapun tak bisa kulihat Perjuangan mereka yang terpahat Aku hanya diri sendiri Tanpa pikir orang lain lagi Terlalu mementingkan diri Sampai diriku menjadi sepi Kini tak ada lagi kawan Teman pun jadi lawan Yang tercinta kini tinggalkan Mampuslah kau sendirian Hai kawan, jangan bak aku Egois dan sangat aku Sampai tak melihat yang bukan aku Dan sekarang hanya tinggal aku ~ Lone Angel ~

Kita Hanya Dua

Gambar
Segala sesuatu punya dua Segalanya akan bertemu dua Meskipun banyak tetapi dua Hanya dua Begitu juga dengan manusia Berkat bagi sekitarnya Penyelamat jiwa bagi mereka Penolong kehidupan bagi sesama Atau  tantangan bagi lingkungannya Tak ada setan mewujud manusia Batu sandungan, terlalu hakimi dirinya Tantangan, kita sebut saja Dua hal itu saja Berkat dan tantangan sesama Itu juga berlaku bagi kita Terhadap sekitar kita Siapa kita?  Berkat atau tantangan sesama?  Besar atau kecil pengaruhnya?  Mau jadi apa kita bagi sesama?  ~ Dark Angel ~  

Pagi Sang Penikmat Malam

Gambar
Aku bukan manusia pagi Yang memulai dari gelap hari Mungkin tak sempat melihat matahari Lalu pulang petang nanti Pagi ini agak berbeda Awalnya ada urusan saja Hingga aku dipaksa terjaga Untuk mengobati apa yg ada Tapi aku menikmatinya Memandang aktivitas yg ada Di pinggir kali dan rel kereta Yang letaknya hampir di tengah kota Ada yang sudah bekerja Mengambil air dengan pompa Menjual nasi dan lauknya Dan menjual air dengan gerobak kelilingnya Menuju banyak tempat berkunjung Menuju sekolah, ilmu dijunjung Atau hanya memilah sampah hasil mulung Mengambil jangkrik beri makan burung Para ibu sudah mencuci Entah itu baju sendiri Atau untuk mencari rezeki Smua sudah mulai dari pagi Di antara mereka yang sudah bekerja Ada yang tertidur tak bekerja Mungkin sudah lelah meronda Atau sulit tidur dan harus terjaga Di antara mereka yang sudah bekerja Ada yang sibuk berolahraga Mungkin para pensiunan dan lansia Yang sudah habis masa kerjanya Aku menikmati mahasiswa berlari Mengejar ilmu menggapai mi...

Layakkah

Gambar
  Masih layakkah aku berjuang Aku sadar aku takut berdarah lagi Tapi perjuangan butuh pengorbanan Dan aku masih ingin berjuang Banyak jalan pintas yang memudahkan Tapi bukan itu yang kuimpikan Aku terlalu lemah untuk melangkah Terlalu pengecut tuk kondisi memecut Kini aku berada di tengah laut Ingin ke darat tapi pantai tak terlihat Aku punya dayung yang kuat Tapi tah tenagaku, pikiranku lemah syahwat Aku kini terombang-ambing Seperti ikan mati yang dingin Yang hanya terbawa ombak dan angin Entah ke arah mana yang tak ia ingin Tapi pujangga lama berkata Impian harus ada pengorbanannya Sesekali berdarah dan terluka Agar gembira di akhirnya Berjuanglah para penantang topan Di tengah lautan kehidupan Yang kadang hanya kibasan Atau mungkin jadi terpaan Berjuanglah penerjang badai Jika arahmu kini bukan yang dicapai Putar balik dan jangan mengeluh capai Sampai bertemu arah impian yang digapai ~ Dark Angel ~

Mengindra Sisi

Gambar
Semua kembali kepada sisi Di mana kaki berdiri Kepada sisi Di mana mata memandangi Kepada sisi Di mana telinga menerima caci Kepada sisi Di mana hidung membaui Kepada sisi Dimana mulut bisa memuji Semakin banyak sisi diketahui Semakin terasa bentuk Semakin terdengar gambar Semakin tercium suara keasliannya Semakin teraba jelas bau kebenarannya Semakin terlihat cita rasa kepastiannya Carilah tahu setiap sisi Bongkar semua kisi Agar terlihat seluruh isi Dan nilai bisa diberi Agar kamu tak sesat akal budi Tetapi bisa bebenah diri Bahkan lebih lagi Mampu melihat Hakiki ~Dark Angel~

Takut, Sesak, dan Ingin

 Aku takut menjadi rendah Aku takut tak dihargai Aku cukup terluka dan dikecewakan Dan aku benar-benar merasakan kekalahan Dan aku ragu menunjukkan ketulusan karena aku takut terluka perasaan Untuk apa memberi dengan tulus, jika aku terluka karenanya Ketulusan memang tak butuh penghargaan Tapi apa kita tak berharga sehingga dibuat terluka?  Karena aku bisa dilukai, maka kini aku takut memulai Tapi aku ingin mencoba lagi Ah aku tak tahu lagi Dan aku gumoh lagi Sesak kembali Karena memikirkan rasa ini ~Pelukis Luka~